SAMARINDA: DPRD Samarinda akan mengevaluasi kebutuhan anggaran tambahan untuk penyelesaian proyek terowongan Selili yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap di Samarinda Ilir.
Proyek strategis tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari mengatakan pembahasan proyek tersebut berada di bawah kewenangan Komisi III yang telah melakukan peninjauan lapangan guna mengidentifikasi kekurangan pekerjaan.
“Komisi III sudah turun ke lapangan untuk melihat apa saja yang masih kurang dan perlu diselesaikan,” ujarnya diwawancarai media, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyebut, dalam waktu dekat DPRD akan menggelar audiensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda serta pihak kontraktor untuk membahas progres proyek dan kebutuhan anggaran lanjutan.
Proyek terowongan Selili sendiri merupakan salah satu pembangunan infrastruktur terbesar di Kota Samarinda dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp395 hingga Rp400 miliar dari APBD.
Terowongan ini memiliki panjang total sekitar 700 meter, dengan struktur utama sepanjang 400 meter, dan sebelumnya ditargetkan dapat beroperasi pada 2025.
Celni mengakui, pembangunan terowongan tersebut menjadi proyek yang cukup fenomenal sekaligus menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
“Ini proyek besar dan pertama kali di Samarinda, bahkan di Kalimantan Timur. Wajar kalau ada pro dan kontra,” katanya.
Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari pembangunan tersebut sebagai langkah terobosan dalam pengembangan infrastruktur kota.
Ia mencontohkan pembangunan Flyover Juanda pada masa kepemimpinan Wali Kota Samarinda sebelumnya Syaharie Jaang yang pada awalnya juga menuai beragam tanggapan sebelum akhirnya memberikan manfaat.
“Dulu saat pertama bangun flyover juga ada plus minus. Tapi sekarang kita rasakan manfaatnya,” ujarnya.
Celni berharap proyek terowongan Selili dapat diselesaikan dengan baik sehingga memberikan dampak positif bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
“Kalau masih ada kekurangan, nanti disempurnakan. Yang penting hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

