Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Kemenkes Keluarkan Peringatan Dini DBD dan Leptospirosis di Wilayah Banjir Sumatera
Kesehatan

Kemenkes Keluarkan Peringatan Dini DBD dan Leptospirosis di Wilayah Banjir Sumatera
Telah dibaca : 937 Kali.

Adi Rizki RamadhanBy Adi Rizki Ramadhan4 Desember 2025Updated:7 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Kemenkes RI saat menyediakan pelayanan kesehatan, edukasi PHBS dan Pembagian Masker di wilayah bencana.
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

JAKARTA: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis di wilayah terdampak banjir besar di Sumatera.

Leptospirosis sendiri merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan bersifat zoonosis, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Alarm kewaspadaan ini menyusul lonjakan keluhan kesehatan pascabencana dan kondisi lingkungan yang dinilai belum pulih di sejumlah titik pengungsian.

Data Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan mencatat, Sumatera Barat menjadi daerah dengan kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pada periode 25-29 November 2025, tercatat 376 kasus demam dari lima kabupaten, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Keluhan kesehatan lain yang dominan meliputi myalgia 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, ISPA 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.

Tren serupa juga terlihat di Sumatera Utara. Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 277 kasus demam selama periode 25 November-1 Desember 2025.

Keluhan lain yang terdata meliputi myalgia 151 kasus, gatal 150 kasus, ISPA 96 kasus, dan dispepsia 94 kasus, disusul hipertensi, luka-luka, sakit kepala, diare, serta kasus asma.

Sementara itu, Aceh menunjukkan pola berbeda. Data di Kabupaten Pidie Jaya (25–30 November 2025) mencatat keluhan tertinggi berupa luka-luka 35 kasus, disusul ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menyebut tingginya kasus demam mengindikasikan lingkungan yang belum pulih, terutama di area pengungsian dengan tingkat kepadatan tinggi dan akses air bersih terbatas.

“Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi,” kata Agus di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.

Kemenkes telah mengirim tenaga kesehatan tambahan dan logistik obat-obatan untuk mempercepat respons penanganan.

“Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan untuk menangani keluhan kesehatan masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,” tambahnya.

Selain keluhan kesehatan yang sudah terdata, Kemenkes memberi perhatian serius pada ancaman DBD dan Leptospirosis pasca banjir.

Genangan air menjadi tempat ideal perkembangan nyamuk Aedes aegypti, sementara lingkungan yang terkontaminasi urine tikus memicu risiko Leptospirosis.

Kondisi sanitasi yang minim, tingginya mobilitas di area pengungsian, serta keterbatasan sarana air bersih memperbesar risiko penularan kedua penyakit tersebut.

Untuk menekan risiko, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk cuci tangan pakai sabun secara rutin; gunakan alas kaki untuk menghindari luka dan risiko Leptospirosis; konsumsi makanan matang dengan air bersih; pastikan lingkungan tenda tetap kering dan bebas genangan; buang sampah pada tempatnya dan gunakan toilet darurat dengan benar dan tutup rapat luka untuk mencegah infeksi.

Kemenkes juga meminta warga segera memeriksakan diri ke pos kesehatan jika mengalami keluhan seperti demam tinggi, diare, ISPA, atau gatal-gatal.

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleBapenda Samarinda Pastikan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Tetap Pro-Rakyat
Telah dibaca : 796 Kali.
Next Article Di Sidang SCCR WIPO, Tata Kelola Royalti Indonesia Mendapat Dukungan
Telah dibaca : 937 Kali.
Adi Rizki Ramadhan

Related Posts

Dinkes Kaltim Targetkan 21 Dokter Spesialis Ditempatkan di Daerah hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 653 Kali.

20 April 2026

Siaga Aksi 21 April, Dinkes Kaltim Siapkan 4 Ambulans dan 3 Rumah Sakit Rujukan
Telah dibaca : 653 Kali.

20 April 2026

Bukan Lagi Soal Jumlah, Kaltim Benahi Akses dan Kualitas Layanan Rumah Sakit
Telah dibaca : 675 Kali.

19 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 622 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 638 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.