SAMARINDA: Pelaksanaan pengamanan arus mudik dan libur Idul Fitri di Kota Samarinda hingga hari ke-12 Operasi Ketupat Mahakam 2026 disebut berlangsung aman dan kondusif.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menyebut bahwa secara umum, situasi keamanan di Kota Samarinda masih terkendali dan tidak ditemukan gangguan signifikan selama pelaksanaan operasi.

“Kalau kita lihat perkembangan di hari ke-12 pelaksanaan Operasi Ketupat ini, alhamdulillah sampai saat ini masih berlangsung dengan aman dan lancar,” ujarnya usai Rapat Koordinasi bersama Instansi Terkait di Samarinda Theme Park, Selasa, 24 Maret 2026.
Meski demikian, Hendri mengakui terdapat satu peristiwa yang terjadi dan menjadi perhatian beberapa hari lalu.
“Ada kejadian menonjol mungkin terkait dengan kejadian pembunuhan mutilasi kemarin di tanggal 21,” terangnya.
Ia menegaskan, jajaran kepolisian tetap akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan personel di lapangan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran 2026.
“Secara garis besar hingga hari ini Kota Samarinda dalam rangka Hari Raya Idulfitri semua masih aman dan kondusif,” tegasnya.
Hendri turut mengatakan bahwa pengamanan dilakukan melalui koordinasi intensif bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait, termasuk melalui Zoom Meeting yang dipimpin Kapolri, Kapolda, serta melibatkan Forkopimda dan kepala dinas terkait.
“Agenda hari ini kita mengikuti pelaksanaan Zoom Meeting dengan Kapolri dan juga Kapolda beserta Forkopimda terkait dan kepala dinas terkait,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Zoom Meeting tersebut dipusatkan di masing-masing kabupaten/kota, khususnya di lokasi wisata, sebagai langkah untuk memastikan kesiapan pengamanan oleh personel gabungan selama Operasi Ketupat Mahakam 2026.
“Untuk pelaksanaan Zoom Meeting ini dipusatkan di tempat wisata di masing-masing kabupaten kota untuk mengecek kesiapan pengamanan dari Polri ataupun gabungan dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026,” jelasnya.
Dengan demikian, Polresta Samarinda melalui koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat dan evaluasi rutin terus dilakukan. Hal tersebut guna meminimalkan potensi gangguan keamanan di lapangan, serta memastikan pengamanan berjalan optimal hingga seluruh rangkaian arus mudik dan arus balik selesai.

