SAMARINDA: Aktivitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, baik di sektor transportasi maupun di pusat-pusat keramaian.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari data pergerakan penumpang di berbagai sarana transportasi, seperti terminal, bandara, dan pelabuhan.
“Terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, misalnya aktivitas masyarakat di terminal, jumlah bus, dan jumlah pengunjung yang masuk maupun keluar dari Kota Samarinda mengalami peningkatan dari tahun 2025 ke tahun 2026,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menyebut, kondisi serupa juga terjadi di Bandara APT Pranoto serta sejumlah pelabuhan, baik Pelabuhan Nusantara maupun Pelabuhan Sungai Kunjang tujuan wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Itu semua mengalami peningkatan, baik penumpang yang berangkat meninggalkan Samarinda maupun peningkatan penumpang yang kembali ke Kota Samarinda,” katanya.
Meski demikian, puncak arus mudik diperkirakan tidak terjadi dalam satu waktu karena adanya kebijakan work from anywhere dari pemerintah pusat.
“Puncak arus mudik diperkirakan hari ini, tapi karena adanya kebijakan work from anywhere, jumlah masyarakat yang mudik bisa tidak dalam satu hari secara bersamaan,” jelasnya.
Selain sektor transportasi, peningkatan aktivitas juga terlihat di pusat perbelanjaan yang menjadi tujuan utama masyarakat Samarinda selama libur Lebaran.
“Yang meningkat cukup pesat itu pusat perbelanjaan ya, seperti adalah di Big Mall, Samarinda Square, SCP, kemudian juga di Pasar Pagi yang mengalami lonjakan pengunjung cukup besar,” ungkapnya.
Menurut Hendri, kondisi tersebut menjadi karakteristik masyarakat perkotaan yang lebih banyak menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan dibandingkan lokasi wisata alam.
Namun demikian, sejumlah tempat wisata seperti Samarinda Theme Park, Taman Samarendah, dan objek wisata lainnya juga tetap menjadi perhatian pengamanan.
Hendri menjelaskan bahwa pengamanan difokuskan pada pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, kesiapan kantong parkir, serta kondisi di dalam area wisata.
“Yang selalu kita monitor adalah kepadatan lalu lintas di depan tempat wisata, kemudian kantong parkirnya, serta kondisi di dalam lokasi wisata tersebut,” katanya.
Selain itu, ia turut mendorong pengelola tempat wisata untuk kerap mengimbau para pengunjung guna menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kantong parkir harus dipersiapkan oleh pengelola, kemudian di dalam lokasi harus ada imbauan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Demikian Hendri memastikan seluruh personel pengamanan tetap siaga dalam mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
“Kita dari seluruh jajaran personel pengamanan Operasi Ketupat selalu siap untuk mengamankan warga Kota Samarinda dalam melaksanakan aktivitasnya,” pungkasnya.

