Bontang – Ian seorang sopir travel di Kota Bontang, keluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan agak sulit dapat, kalau ada masih mending.
Ia menjelaskan kondisi seperti ini, kadang pemasukannya tak sebanding dengan pengeluaran yang di keluarkan dari kantongnya.
“Saya kalau ke Samarinda bisa menghabiskan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu untuk beli minyak dalam sekali jalan. Belum lagi dengan uang makan,” ujarnya kepada Narasi.co, Sabtu (17/9/2022) sore.
Setelah penetapan kenaikan BBM dengan otomatis harga jasa travel pun ikut menanjak, dari yang biasanya Rp 150 ribu kini naik menjadi jadi Rp 200 ribu yang disesuaikan dengan jarak tempuh.
Sementara itu tarif dari Bontang menuju Balikpapan sebelumnya Rp 250 ribu kini menjadi Rp 300 ribu.
“Untung kalau penumpang banyak, setidaknya ada yang bisa kita sisihkan. Kalau hanya satu orang kita malah tekor,” ucapnya.
Tidak hanya soal kenaikan yang berdampak pada harga jasa travel, namun sopir travel turut keluhkan terkait keterbatasan ketersediaan stok BBM di SPBU.
Bukan hanya Bontang, Samarinda pun kerap terjadi. Sudah mengantre tahu-tahunya stok habis, sehingga harus mencari tempat lain.
“Bahkan kami juga tidak jarang isi bensin enceran jika mendesak,” jelasnya.
Dirinya berharap, pemerintah mau menarik kembali kebijakannya dan memenuhi ketersediaan BBM. Sebab menurutnya BBM bagian perputaran roda ekonomi masyarakat.
“Ya gimana, kita cuman minta turun saja,” tandasnya.

