SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan perhatian serius terhadap rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita di Posyandu yang dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam percepatan penurunan stunting.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengungkapkan keprihatinannya setelah menelaah capaian program di sejumlah kecamatan yang masih jauh dari target nasional.
Berdasarkan data yang dipaparkan, target nasional partisipasi penimbangan balita berada di angka 85 persen.
Namun di Samarinda, capaian tertinggi baru mencapai 50,2 persen, sementara beberapa wilayah lainnya hanya mencatat sekitar 25 persen, bahkan terdapat kecamatan dengan angka partisipasi 0 persen.
“Apa yang kita kerjakan jika capaiannya seperti ini? Target program kita 85 persen, tapi saat ini maksimal hanya 50,2 persen di satu kecamatan. Ada yang 25 persen, bahkan ada yang nol persen. Ini amat sangat mengerikan,” tegas Saefuddin, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, dalam memanfaatkan layanan Posyandu sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak.
Ia menekankan bahwa penimbangan rutin setiap bulan sangat penting untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan, termasuk risiko stunting.
Karena itu, Saefuddin menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat paling bawah, mulai dari camat, lurah, RT, kader kesehatan, hingga Puskesmas, untuk melakukan gerakan masif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Harus ada gerakan untuk membangun kesadaran ke Posyandu. Kita harus semangati warga agar setiap bulan menimbang anaknya. Masalahnya mungkin ada yang malas atau alasan lain, itu yang harus kita dorong,” ujarnya.
Selain penguatan sosialisasi, Saefuddin juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran sebagai fondasi keberlanjutan program penanganan stunting.
Ia meminta seluruh camat memasukkan program dan kebutuhan anggaran penanganan stunting ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar dapat menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Anggaran itu amat sangat penting. Ke depannya, saya tuntut semua camat memasukkan anggaran stunting di Musrenbang. Saya akan sampaikan ke Bapperida,” katanya.
Saefuddin menegaskan dirinya akan berkoordinasi langsung dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk memastikan usulan tersebut mendapat perhatian serius.
Meski memberikan kritik keras terhadap capaian saat ini, ia tetap mengapresiasi tren penurunan angka stunting di Samarinda yang secara umum menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan tren penurunan, melainkan harus dibarengi peningkatan kinerja nyata di lapangan.
“Saya tidak menyalahkan kondisi saat ini, tapi ke depannya saya tuntut kinerja semua pihak. Apa yang kita perbuat hari ini harus memberikan manfaat nyata di masa depan bagi masyarakat Samarinda,” pungkasnya.

