

SAMARINDA: Ketimpangan pembangunan masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian warga di wilayah Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran. Infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, hingga akses air bersih dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda Elnatan Pasambe mengatakan, wilayah Palaran masih menghadapi persoalan jalan lingkungan yang belum sepenuhnya memadai.
Selain itu, banjir juga masih menjadi keluhan masyarakat meski penanganannya telah berjalan.
“Kalau di Palaran itu masih banyak jalan yang perlu dibenahi. Persoalan banjir juga sedang ditangani, tetapi memang belum selesai seratus persen,” ujarnya di ruang kerjanya DPRD Samarinda, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain Palaran, persoalan akses air bersih juga masih menjadi perhatian di kawasan Bukuan. Menurutnya, distribusi layanan PDAM belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat, meski proses pemasangan jaringan pipa kini mulai dilakukan.
“Di Bukuan persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah jalan dan PDAM. Sekarang sudah mulai pemasangan pipa dari jalur Pompa Kota,” katanya.
Ia juga menyoroti masih minimnya penerangan jalan di sejumlah ruas jalan lingkungan. Meski jalan poros utama telah memiliki penerangan yang cukup, kondisi berbeda masih ditemukan di kawasan permukiman.
“Kalau jalan poros sebenarnya sudah terang. Tapi di jalan-jalan lingkungan, terutama di Bukuan, masih banyak yang gelap,” tambahnya.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui pembahasan dan usulan pembangunan. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh kebutuhan masyarakat belum dapat dipenuhi dalam waktu bersamaan.
“Tetapi memang tidak semuanya bisa langsung diakomodasi. Itu yang harus terus kami perjuangkan,” tutupnya.

