SAMARINDA: Cita-cita Beatrice Geraldine Limbong untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akhirnya terwujud. Siswi SMA Negeri 2 Berau itu dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin, 17 Agustus 2026.
Beatrice yang lahir di Bontang, 5 Januari 2010, mengaku sudah memiliki keinginan menjadi Paskibraka sejak duduk di bangku SMP. Keinginan tersebut kemudian dipersiapkannya dengan latihan fisik hingga memperdalam wawasan kebangsaan.
“Dari SMP memang sudah ingin menjadi Paskibraka dan pembawa baki. Jadi saya sudah mempersiapkan diri, mulai dari latihan fisik sampai wawasan kebangsaan,” ujar Beatrice setelah menjalankan tugas.
Siswi kelas XI berusia 16 tahun itu mengaku tetap merasakan gugup ketika harus membawa baki di hadapan peserta upacara. Namun, rasa tegang tersebut tidak membuatnya kehilangan fokus untuk menjalankan tugas yang telah dipersiapkan selama beberapa pekan.
“Jujur menjadi pembawa baki itu deg-degan, takut juga. Tapi saya selalu bahagia dan berusaha yang terbaik untuk menampilkan hasil latihan saya,” katanya.
Kepercayaan menjadi pembawa baki diperoleh Beatrice setelah melewati seleksi bersama enam calon lainnya. Para calon diuji satu per satu untuk melihat kemampuan dan kesiapan sebelum akhirnya dipilih satu orang yang dinilai paling siap.
“Awalnya ada sekitar enam orang calon pembawa baki. Kami dites satu per satu, mana yang terbaik dari yang terbaik, dan puji Tuhan terpilih saya,” tuturnya.
Sebelum dipercaya menjadi pembawa baki utama, Beatrice juga sempat menjadi calon cadangan. Kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berlatih. Ia terus menunjukkan kesiapan hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas utama pada upacara HUT ke-81 RI.
Persiapan Paskibraka Kaltim berlangsung sekitar tiga pekan. Beatrice bersama anggota lainnya menjalani pemusatan latihan di BPSDM Loa Janan sebelum tiga hari terakhir menempati Asrama Atlet di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja.
Latihan dilakukan sejak pagi hingga sore dalam beberapa sesi. Gerakan pengibaran dan penurunan bendera menjadi bagian yang terus diulang untuk memastikan seluruh anggota mampu menjalankan tugas secara tepat dan kompak.
Bagi Beatrice, proses tersebut bukan tanpa tantangan. Cuaca panas dan padatnya latihan membuat kondisi fisik terkuras. Namun, dukungan para pelatih membuat dirinya dan anggota Paskibraka lainnya tetap bertahan hingga hari pelaksanaan.
“Kami memang capek, tetapi pelatih selalu menyemangati karena kami harus sukses pada tanggal 17 Agustus. Ini sekali seumur hidup,” ucapnya.
Remaja yang mengidolakan pahlawan wanita RKartini itu mengatakan, rasa lelah menjadi bagian dari proses yang harus dilewati untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka. Karena itu, seluruh anggota dituntut tetap disiplin dan menjaga semangat.
“Mau kita capek, mau lelah, itu harus didorong. Tidak boleh menyerah karena kami harus bisa menyukseskan tanggal 17 Agustus,” ujarnya.
Keberhasilan Beatrice menjalankan tugas tersebut turut menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Ronald Limbong dan Elfrida Megasari Panjaitan.
Ronald mengaku dirinya juga sempat merasakan ketegangan ketika melihat putrinya membawa baki.
“Kita sebagai orang tua sebenarnya deg-degan juga. Mungkin sama seperti anak saya. Apalagi untuk posisi pembawa baki tugasnya lumayan berat, tantangannya juga,” kata Ronald.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang mendampingi Beatrice sejak persiapan di Berau hingga menjalani pemusatan latihan di Samarinda.
“Puji nama Tuhan semuanya berjalan dengan baik. Saya rasa dengan latihan yang baik, kemudian disiplin dari tim pelatih juga, sehingga semua berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara sang Ibunda, Elfrida, mengaku bangga melihat putrinya mampu menjalankan tugas dengan baik bersama seluruh anggota Paskibraka Kaltim.
“Kami sebagai orang tua sangat bangga, di mana anak kami Beatrice boleh dipilih menjadi pembawa baki bendera. Sukses buat anak-anak kami semua Paskibra,” tutup Elfrida.

