

SAMARINDA: Isu yang menyebut padamnya lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) disebabkan tidak tersedianya anggaran dibantah oleh Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Arie Wibowo.
Menurutnya, persoalan tersebut terjadi akibat pencurian kabel penerangan yang baru bisa dianggarkan kembali melalui mekanisme APBD.
Arie menjelaskan, Jembatan Achmad Amins pada dasarnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Namun, pihaknya tetap mengikuti perkembangan penanganan karena menyangkut keselamatan masyarakat yang melintas.
“Sebenarnya itu ranahnya provinsi. Yang terjadi bukan karena anggarannya tidak ada, tetapi karena kabel lampunya dicuri,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia mengatakan, kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan pelaku disebut telah berhasil diamankan. Namun, karena pencurian terjadi saat anggaran tahun berjalan sudah ditetapkan, penggantian kabel tidak bisa langsung dilakukan.
“Kejadiannya sekitar dua bulan lalu. Anggaran kan tidak bisa tiba-tiba muncul, sehingga harus diusulkan melalui APBD Perubahan atau paling lambat APBD murni tahun depan,” jelasnya.
Meski demikian, Arie menyebut proses pembenahan mulai dilakukan agar lampu penerangan di jembatan dapat kembali berfungsi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut padamnya lampu disebabkan pemerintah tidak menyediakan anggaran.
“Jadi bukan karena tidak ada anggaran listrik, tetapi karena kabelnya hilang dicuri. Masyarakat harap bersabar karena pasti akan dikerjakan,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga telah meluruskan informasi yang beredar.
Ia menegaskan padamnya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan disebabkan tunggakan pembayaran listrik, melainkan akibat pencurian kabel instalasi penerangan yang kini tengah ditangani dan diusulkan penganggarannya melalui mekanisme APBD.

