SAMARINDA: Kelangkaan gas LPG 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Samarinda, khususnya saat momen meningkatnya kebutuhan seperti libur panjang dan hari besar keagamaan.
Di beberapa titik, seperti kawasan Samarinda Seberang, harga LPG subsidi bahkan dilaporkan menembus hingga Rp45 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Samarinda Ahmad Vananzda meminta pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan tidak terus berlanjut.
“Kita menghimbau kepada dinas terkait maupun pemerintah kota, termasuk para penyalur, agar bisa mencarikan solusi. Karena di saat seperti ini masyarakat sangat membutuhkan, terutama gas LPG 3 kilogram untuk kalangan menengah ke bawah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin, 23 Maret 2026.
Ia menilai distribusi LPG subsidi saat ini belum merata. Di satu sisi terdapat wilayah dengan stok yang cukup, namun di sisi lain ada daerah yang justru mengalami kekosongan.
“Kalau saya lihat, ada beberapa titik yang masih tersedia, tapi ada juga tempat tertentu yang sama sekali tidak ada. Ini yang perlu perhatian serius,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan peran aktif dari pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan distribusi serta memastikan pasokan tepat sasaran.
Selain itu, DPRD juga siap memberikan masukan kepada pemerintah guna mencegah persoalan serupa terulang di masa mendatang.
“Harapan kita, ke depan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.
Kelangkaan LPG 3 kg sendiri kerap terjadi saat permintaan meningkat, terutama pada momen hari besar keagamaan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan langkah antisipatif, termasuk penambahan pasokan dan pengawasan distribusi di lapangan.

