SAMARINDA: Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Samarinda tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur kepemimpinan organisasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat peran strategis dalam mengawal kebijakan pembangunan di Kota Samarinda.
Presidium KAHMI Kaltim, Sigit Wibowo, mengungkapkan bahwa agenda penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 KAHMI dan ke-4 FORHATI Samarinda adalah menentukan model kepemimpinan yang paling efektif untuk menghadapi tantangan ke depan.
Menurutnya, opsi antara mempertahankan sistem presidium atau kembali ke sistem presidensial dengan Ketua Umum tunggal menjadi bagian dari konsolidasi internal organisasi.
“Di Samarinda kemarin disepakati model presidensial, ada ketua umum dan sekretaris umum. Nah, di Musda ini akan diputuskan apakah pola ini berlanjut atau kembali ke presidium. Ini penting agar pengurus formatur yang terbentuk benar-benar siap bekerja,” ujarnya usai pembukaan Musda, Sabtu, 25 April 2026.
Sigit menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar pergantian struktur atau figur kepemimpinan, melainkan bagian dari transformasi organisasi agar lebih responsif terhadap dinamika pembangunan daerah.
Ia juga menyinggung tantangan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang mendorong KAHMI untuk tidak terjebak dalam aktivitas seremonial semata.
“Kita tidak ingin organisasi ini hanya sekadar menjadi ‘organisasi arisan’ yang hanya kumpul-kumpul saja,” tegasnya.
Sebagai respons, KAHMI Samarinda berkomitmen memperkuat perannya sebagai lembaga pemikir (think tank) yang mampu memberikan kontribusi nyata melalui gagasan strategis.
Forum-forum diskusi akan diperbanyak dan diarahkan pada isu-isu teknis pembangunan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat langsung diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Menurut Sigit, potensi besar KAHMI terletak pada keberagaman latar belakang anggotanya, mulai dari sektor politik, bisnis, hingga birokrasi.
Hal ini menjadi modal penting untuk menghasilkan pemikiran yang komprehensif dan solutif.
“Orientasi kita harus meluas. Jika selama ini dominan di politik, maka ke depan juga harus menyentuh sektor-sektor pembangunan lain yang sedang dikembangkan pemerintah kota,” ujarnya.
Hasil dari Musda ini nantinya akan dibawa ke tingkat wilayah untuk disahkan dan dijadikan acuan kerja organisasi dalam satu periode ke depan.
Sigit berharap, struktur kepemimpinan yang baru dapat mendorong KAHMI Samarinda menjadi organisasi yang lebih fungsional dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Yang kita tuju adalah organisasi yang fungsional. Artinya, keberadaan alumni HMI di Samarinda harus dirasakan dampaknya melalui gagasan-gagasan yang solutif,” pungkasnya.

